RSS

Pembelaan Terhadap Dammaj dan Syaikh Yahya Al-Hajuri

25 Apr

Kumpulan Pembelaan Terhadap Dammaj dan Syaikh Yahya Al-Hajuri

Bismillahirrohmanirrohiim

Pembelaan Terhadap Dammaj dan Syaikh Yahya Al-Hajuri

Dinukil dari perkataan Masyayikh Sunnah :
Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi-i rohimahulloh Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholi hafizhohulloh Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Banna rohimahulloh Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Wushobi hafizhohulloh Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam waffaqohulloh Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Al Buro’i wafaqohulloh Asy-Syaikh ‘Abdulloh bin ‘Utsman Adz-Dzamari wafaqohullohAsy-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-‘Ubaikan hafizhohulloh Asy-Syaikh Muhammad bin Muhammad bin Mani’ hafizhohulloh Asy-Syaikh Hasan bin Qoshim Ar-Roimi hafidzhohulloh Asy-Syaikh Abu Bakr Abdurrozzaq An-Nahmi hafizhohulloh Asy-Syaikh Abu Bakr bin ‘Athiyyah Al-Mishri hafizhohulloh Asy-Syaikh Jamil Ash-Shilwi hafizhohulloh Asy-Syaikh Muhammad bin Hizam Al-Ba’dani hafizhohulloh Asy-Syaikh ‘Abdul Hamid Al-Hajuri hafizhohulloh Asy-Syaikh ‘Abdul Bari’ bin Hammad Al-Anshori hafizhohulloh Asy-Syaikh ‘Izzuddin Romadhoni hafizhohulloh Asy-Syaikh Muhammad Ba Jamal hafizhohulloh Asy-Syaikh Abu ‘Ammar Yasir Ad-Duba’i

Tazkiyah ‘Ulama Ahlis Sunnah untuk Darul Hadits Dammaj
  • Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madhkoli hafizhohuloh :

*Segala puji bagi Alloh Subhanahu wa Ta’ala, sholawat dan salam kepada Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam,para shohabat dan orang-orang yang mengikutinya,…adapun selanjutnya.
Saya (Aiman Asy-Syuwafi) telah berkunjung ke Al-Allamah Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madhkoli hafizhohulloh ke rumahnya pada tanggal 5 Romadhon (1429 H) waktu itu pada hari jum’at setelah ashr.Dan sebelum Asy-Syaikh singgah untuk menyampaikan pelajaran saya bertemu dengan temanku dari Jaza’ir dan dia fanatik dengan ‘Abdurrohman Al-‘Adani,dan dia termasuk orang yang bersama kami di Dammaj dan terjadilah panjang antara diriku dan dirinya sekitar 1 jam berkaitan dengan fitnah yang terjadi di Yaman, dan dia (semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberi petunjuk padanya) berkata padaku bahwa Asy-Syaikh Robi’ hafizhohulloh tidak menasehatkan untuk ke Dammaj, maka dengan perkataan ini membawa diriku untuk bertanya kepada Asy-Syaikh Robi’ hafizhohulloh, maka ketika Syaikh hafizhohulloh sampai pada jam 9 beliau menyampaikan pelajaran yang bermutu dalam bidang tafsir kepada kami semua kemudian setelah itu muadzin mengumandangkan adzan, lalu Syaikh berdiri mengajak kami untuk makan, saya ucapkan salam padanya dan saya katakan, “Wahai Syaikh, apakah engkau menasehatkan untuk belajar ke Dammaj pada masa sekarang ini?”, maka Syaikh, melihatku dengan pandangan yang marah dan berkata, “‘Aib ! ‘Aib bagimu untuk bertanya dengan pertanyaan seperti ini? ‘Aib bagimu untuk berkata seperti ini! Apakah engkau tidak memiliki pertanyaan selain pertanyaan ini? Bagaimana mungkin aku tidak menasehatkan untuk belajar ke Dammaj!”, Maka aku katakan, “Wahai Syaikh, telah nampak pada kami orang-orang yang ada di Yaman, mereka mencela Dammaj dan mentahdzir untuk belajar di dalamnya’, maka beliau (Syaikh Robi’ hafizhohulloh) mengisyaratkan dengan tangannya seraya mengatakan, “itu adalah kesalahan, yang mentahdzir Dammaj, suatu kesalahan! Jangan engkau benarkan orang-orang yang mentahdzir Dammaj jangan engkau benarakan mereka, akan tetapi saya nasehatkan bagi orang yang telah Alloh berikan nikmat dan Alloh berikan taufiq untuk belajar di Dammaj, lebih baik dia menyibukkan diri dengan menuntut ‘ilmu dan tidak terjun ke dalam fitnah.” Dan saya berkata, “Jazakalloh khoiron wahai Syaikh.” Selesai pembicaraan. Yang mengimlakan kepadaku Al-Akh Aiman Asy Asy-Syuwafy Al-‘Adani.
* Berkata Abu ‘Abdirrohman ‘abdulloh bin Al-‘Imad hafizhohulloh : Bahkan telah mengabarkan kepadaku Al-Akh Abu Fida’ As-Sudani bahwasanya mereka bertemu dengan Syaikh kita Al-Muhaddits Al-‘Allamah Robi’ Al Madkholi hafizhohulloh pada hari pertama hari raya ‘Idul Fitri yang diberkahi tahun 1429 H mereka bertanya tentang orang-orang yang mentahdzir Dammaj, maka beliau (Asy-Syaikh Robi’) berkata, “INI ADALAH PENGEKOR HAWA NAFSU”, inilah apa yang disampaikan kepadaku melalui telepon sebelum 2 hari, semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufiq kepada Syaikh kita dan memanjangkan umurnya dengan sehat wal ‘afiyat saya memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala agar kita selalu kokoh dalam Islam dan Sunnah sampai kita bertemu kepada-Nya.
* Beliau (Asy-Syaikh Robi’ Al-Madkholi) hafizhohulloh juga berkata: “Penduduk Dammaj adalah orang-orang yang mulia, memiliki keutamaan dan mereka adalah Ahlus Sunnah.”
* Berkata Abul Hammam Al-Baidhoni hafizhohulloh : “Aku masuk ke Asy-Syaikh Robi’ dan mengabarkan tentang perkara Asy-Syaikh ‘Ubaid dan tahdzirnya untuk tidak belajar di Darul Haditz Dammaj, dan hal tersebut tersebar di Sahab. Maka beliau (Asy-Syaikh Robi’ Al-Madkholi) hafizhohulloh menjawab: “Saya tidak sependapat dengan Asy-Syaikh ‘Ubaid dalam Tahdziranya terhadap Dammaj selama-lamanya, kalau seandainya saya mengetahui bahwasanya hal tersebut, maka sungguh aku katakan kepada ikhwah untuk menghapusnya. Dan tidak semua yang ada di Sahab aku mengeceknya.”
* Beliau (Asy-Syaikh Robi’ Al-Madkholi) hafizhohulloh juga berkata: “Hadirilah siapa saja yang keluar berdakwah dari Darul Hadits Dammaj.”

  • Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh :

* Berkata Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh: “Tempat ini adalah markiz yang ‘ilmu yang diajarkan di dalamnya ilmu Kitabulloh dan Sunnah Rosul-Nya, yang diketahui agama Alloh yang haq dengan manhaj yang haq. Tidaklah yang mentahdzirnya kecuali para Mubtadi’ pengikut hawa nafsu yang Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam mengabarkan mereka mengikuti hawa nafsunya sebagaimana anjing mengikuti tuannya. Dan mentahdzir dari Al-Huda dan Al-Haq memudhorotkannya dan tidak memudhorotkan Al-Haq. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَتَذُوقُواْ الْسُّوءَ بِمَا صَدَدتُّمْ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَلَكُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Dan kalian akan merasakan kejelekan disebabkan karena kalian menghalang-halangi manusia dari jalan Alloh dan bagi kalianlah siksaan yang besar.”(QS. An-Nahl: 94)

Dan mencari ‘ilmu adalah fi sabilillah. Dan dengan keutamman Alloh, tidaklah setiap Ahlul Ahwa semakin keras permusuhanya dalam mentahdzir markas ini (Dammaj), maka ahlul khoir dan ahlul haq semakin menambah kecintaan pada markaz ini (Dammaj), maka ahlul khoir dan ahlul haq akan semakin menambah kecintaan pada markiz ini dan rihlah ke markiz ini…”(ini adalah pertanyaan ikhwah salafiyyin di Hudaidah dengan tanggal 30 Jumadal Ula 1423 H di Darul Hadits Dammaj.)
* Berkata Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh: “Orang yang mentahdzir dari Dammaj, maka baginya laknat Alloh, Malaikat dan semua orang.”
* Berkata Asy-Yahya hafizhohulloh: “Jika engkau lihat seseorang mentahdzir Dammaj, maka ketahuilah bahwa dia itu hizbi.”

  • Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Wushobi hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Wushobi:”….Manusia senang dengan da’wah Syaikh Muqbil, begitu juga senang dengan dakwah pengganti beliau di markaznya yaitu Syaikh Al-Hajuri, dan kamu akan mendapati siapa yang di dalam hatinya ada penyakit, maka mereka akan mentahdzir dari kebaikan yang besar ini…”(Disadur dari kaset “Syarh Da’wah Ahlis Sunnah”.Syaikh Muhammad sekarang sudah berubah dengan menuduh Syaikh Yahya dengan dusta yang kedustaanya mencapai ufuk, sungguh benar sabda Nabi: “Tidak ada seorang manusia kecualihatinya itu berada diantara dua jari dari jari jemariNya Alloh, maka barang siapa yang Alloh kehendaki, Alloh akan kuatkan dan bagi siapa yang Alloh kehendaki, Alloh akan palingkan”HSR. At-Tirmidzi (no.3522) Ahmad (no.25980) dari Ummi Salamah.)

  • Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Banna rohimahulloh

* Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Banna rohimahulloh: “..Demi Alloh, -sekarang- tempat yang paling baik yang kalian inginkan untuk belajar tentang manhaj salaf secara hakekatnya dengan ‘ilmu dan ‘amaladalah Dammaj. Demi Alloh, Makkah sekarang telah dimasuki oleh Ikhwanul Muslimin dan mereka telah merusaknya. Demi Alloh tempat yang sangat dibutuhkan untuk mempelajari salafiyah yang shohih dengan ‘amal adalah di Dammaj.”(Fatwa ini pada sebalum Romadhon 1429)

  • Asy-Syaikh Ahmad Bisn Yahya An-Najmi rohimahulloh

* Ditanya Asy-Syaikh Ahmad Bin Yahya An-Najmi rohimahulloh: “Apa pendapat kalian tentang orang yang mentahdzir dari ma’had Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, dan menuduh thulabnya sebagai Haddadiyah?
Jawaban Asy-Syaikh rohimahulloh: “Thulab Asy-Syaikh Muqbil rohimahulloh secara umum, kami mengetahui mereka bahwasannya mereka Haddadiyyah, maka anggapan mereka adalah bathil. Dan perkataanya adalah kejahatan dan aniaya terhadap thullab Asy-Syaikh Muqbil rohimahulloh.”

  • Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam Wafaqohulloh:

* Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam ditanya: Telah nampak kepada kami pada hari-hari ini para pemuda yang berbicara tentang markiz Dammaj dan mencela Dammaj, dan mereka mengatakan bahwasannya Dammaj adalah tempatnya Fitnah, maka apa nasehat kalian kepada mereka? Beliau menjawab: “Mereka adalah suatu kaum yang jelek, mereka dalah kaum yang jelek dan mereka adalah orang-orang pembuat fitnah. Adapun Daarul Hadits Dammaj adalah tempat yang dianggap sebagai mahkota Ahlus Sunnah, yang dianggap sebagai mahkotanya Ahlus Sunnah, dan dianggap sebagai perguruan tinggi Ahlus Sunnah yang paling tinggi, yang dianggap sebagai perguruan tinggi Ahlus Sunnah yang paling tinggi, yakni dianggap sebagai tempat perguruan tinggi terbesar dari tempat perguruan-perguruan tinggi terbesar dialam ini…(Fatwa beliau ini adalah soal yang diajukan oleh pemuda ‘Adn pada 14 Syawwal 1428 H)
* Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam waffaqohulloh berkata : “Kami tidak bersama orang yang mencela Dammaj..”

  • Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Al-Buroi Wafaqohulloh

* Berkata Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Al-Buroi Waffaqohulloh: “…Kami menganggap bahwasanya celaan terhadap markiz Dammaj adalah celaan terhadap kami semuaya. Kami menganggap bahwasanya celaan terhadap Syaikh Yahya merupakan celaan terhadap kami semuanya. Kami menganggap bahwasanya kejelakan yang dilancarkan terhadap markiz Dammaj atau terhadap Syaikh Yahya atau terhadap para mengajar atau para pelajar yang ada di markiz tersebut adalah celaan terhadap kami semuanya. Ini adalah markiz kami, itu juga markiz kami. Kami merasa mulia dengan markiz Dammaj, mengarahkan orang-orang ke sana, dan menyemangati mereka untuk belajar di sanam, dan kami menuliskan rekomendasi untuk mereka, baik yang bujangan ataupun yang telah berkeluarga. Kami menyebut-nyebut markiz-markiz, menyebut-nyebut Syaikh Yahya dan yang lain juga. Perkara ini semoga Alloh memberkahi kalian dengannya kami mendekatkan diri pada Alloh Subhanahu wa Ta’al. Dan dengan ini kami menganggap bahwasanya orang yang menjauhkan orang dari markiz Dammaj, barangkali dia itu tidak tahu apa yang diucapkannya dan tidak mempertimbangkannya, atau dia itu adalah penyusup. Memang orang yang mengkritik markiz Dammaj, barangkali dia itu tidak mempertimbangkan apa yang diucapkannya dan akibat dari perkataannyaitu, atau dia itu adalah penyusup, maka tiada kebaikan padanya(Fatwa ini adalah jawaban dari soal yang diajukan olehsebagian ikhwah dari Qusho’ir pada bulan Rojab 1428H,”Jalsah Qushoi’ar 27/7/1428H…)

  • Asy-Syaikh Muhammad bin Muhammad bin Mani’ hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Muhammad bin Mani’ hafizhohulloh: “Dan dengan melalui (Dar) markiz yang berkah ini dan orang-orang yang ada di dalamnya, Alloh mengahacurkan benteng-benteng kesyirikan dan bid’ah dan tahazzub. Sehingga menjadi ujian pada jaman ini yang dapat dibedakan antara sunni (seorang Ahlus Sunnah) dan bid’i (seorang Ahlul Bid’ah).”
* Beliau berkata dalam nasehat rinkas beliau terhadap ikhwah indonesia: “Dan saya menasehatkan kepada saudara-saudara kami untuk menempuh perjalanan menuju ke ‘ulama sunnah dan ke Daarul Hadits di Dammaj harrosahalloh, yang tempat ini dibangun sejak awalnya di atas sunnah, dan tidak ada yang semisalnya di zaman ini, dari segi tamayyuz (pemisahan diri dari ahlul bathil) dan penetapan ‘aqidah salafiyyah, dan bantahan terhadap ahlul bid’ah, orang yang sesat dan menyimpang. Tempat tersebut yang membangunnya adalah syaikh kami al-Mujaddid (pembaharu), penolong sunnah, dan penumpas bid’ah Abu ‘Abdirrohman Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i semoga Alloh merohmatinya dan memuliakan tempat tinggalnya.

  • Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-Ubaikan hafizhohulloh:

* Ditanya Asy-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al-Ubaikan: “Assalamu’alaykum, sebagian pemuda menukilkan dari anda, bahwasannya, bahwasanya kalian mentahdzir dari Darul Hadits Dammaj dan orang-orangnya, apakah benar perkataan ini? Jazakumulloh Khoir. Jawaban: ‘Alaikumu Salam wa Rohmatulloh, “ini tidak benar,dan saya tidak pernha mentahdzir dari markiz itu.”

  • Asy-Syaikh Abu Bakr ‘Abdurrozzaq An-Nahmi hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Abu Bakr ‘Abdurrozzaq An-Nahmi hafizhohulloh: “…Dan telah meninggal Asy-Syaikh Rohimahulloh, dan ma’had Dammaj berjalan seperti apa yang ada pada zaman Asy-Syaikh Rohimahulloh, dari ‘ilmu dan ta’lim, tashfiyah dan tarbiyah, Jarh untuk Ahlil Ahwa dan pembelaan terhadap Sunnah…”
* Berkata Asy-Syaikh Abu Bakr ‘Abdurrozzaq An-Nahmi hafizhohulloh: “…Mencela Dammaj adalah mencela dalam agama, dan memeranginya adalah memerangi agama, karena yang kami ketahui hanyalah kebaikan di dalamnya, dan tidak menghasilkan darinya (Dammaj) kecuali kebaikan…”
* Beliau hafizhohullohjuga berkata: “Beberapa manusia telah melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan ma’had Dammaj, melarikan manusia darinya, akan tetapi semoga Alloh memberikan balasan kepada Saudara kami Asy-Syaikh Al-Fadhil An-Nashihah Al-Amin Yahya bin’Ali Al-Hajuri kebaikan yang beliau telah mengurusi ma’had Dammaj dengan sebaik-baik pengurusan. Dan senantiasa ma’had dalam keadaan bersih dan murni, ‘ilmu dan ta’lim,walilaahil hamd wa minnah.”

  • Asy-syaikh Salim bin ‘Ied Al-hafizhohulloh:

* Beliau hafizhohulloh juga berkata: ” Darul Hadits Dammaj markaz paling bagus di alam ini.”
* Beliau hafizhohulloh juga berkata: “Tidak diragukan lagi bahwa Dammaj termasuk tempat yang dilakukan rihlah untuk menuntut ilmu.”
* Beliau hafizhohulloh juga berkata: “Pada markiz ini aku tidak melihat apa yang tidak aku lihat di tempat lainnya. Dan sungguh aku telah melihat jumlah yang lebih banyak dari pada kalian. Demi Alloh aku melihat jutaan, di pakistan, Hindia 5 juta orang, di Indonesia yang hadir di muhadhoroh lebih dari 100.000 orang, akan tetapi tidak ada seperti kalian, dalam ‘ilmu, tarbiyah, pembersihan manhaj, dakwah, ‘aqidah dan tamyyuz (pembeda).”
* Beliau hafizhohulloh juga berkata: “Tidak ada yang di Yaman ini kecuali Dammaj.”
* Beliau hafizhohulloh ditanya di masjid Sunnah di Taryim: “Dimana engkau nasehatkan aku untuk belajar?”beliau berkata dan tidak menambah sesuatu kecuali: “Dammaj.”
* Beliau hafizhohulloh juga berkata: “Barang siapa yang mencela Dammaj, maka dia mencela dakwah salafiyyah di Yaman.”
* Beliau hfizhohulloh juga berkata: “Dammaj seperti dulu dan tidak berubah.”

  • Asy-Syaikh Abu Bakr bin ‘Athiyyah Al-Mishri hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Abu Bakr Al-Mishri hafizhohulloh: “Wahai Al-Jabiri!! Sesungguhnya salafiyyin adalah penjaga Darul Hadits Dammaj.”
* Berkata Asy-Syaikh Abu Bakr Al-Mishri hafizhohulloh: “Maka ketika Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh,beliau dan saudara-saudaranya Waffaqohumulloh menjalankan markaz sebagaimana Asy-Syaikh rohimahulloh sebalumnya, maka kami menganggap celaan terhadap mereka, berarti celaan terhadap Asy-Syaikh rohimahulloh dengan perkara yang mengharuskan demikian. Dan kami berkeyakinan bahwa mereka para pencela tentang markiz dan Syaikhnya Al-Hajuri, maka merekalah yang patut dicela.”
* Berkata Asy-Syaikh Abu Bakr Al-Mishri hafizhohulloh: “Wahai Al-Jabiri!! Kami mengajak kau untuk belajar kepada Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh, Syaikh Daarul Hadits Dammaj, serta belajar di markiz tersebut. Dan mengambil faidah dari anak-anak Ahlus Hadits, terkhusus dalam masalah Rijal, dan terlebih lagi tentang Syu’bah bin Al-Hajjaj yang Ats-Tsauri menjulukinya dengan Amirul Mu’minin fil Hadits.”
* Berkata Asy-Syaikh Abu Bakr Al-Mishri hafizhohulloh: “Wahai Al-Jabiri!! Seorang Salafy bukan orang yang berpaerang melawan Daarul Hadits Salafiyyah Dammaj serta mentahdzir dirinya, walaupun tersungkur hidungmu.”
* Berkata Asy-Syaikh Abu Bakr Al-Mishri hafizhohulloh: ” Wahai Al-Jabiri!! Sesungguhnya hancurnya Ka’bahdan Masjid Al-Harom, masih ringan bagi kami dari pada hancurnya manhaj Salafi di Daarul Hadits Dammaj.”
* Berkata Asy-Syaikh Abu Bakr Al-Mishri hafizhohulloh: “Wahai Al-Jabiri!! Janganlah kau jadi penghalang jalan bagi hamba-hamba Alloh yang sholih ke Daarul Hadits Damma dan orang yang ingin ke sana.”

  • Asy-Syaikh ‘Izzuddin Romadhoni hafizhohulloh:

* Berkata Al-Akh Yasir hafizhohulloh: “Alloh telah membarikan karunianya kepadaku untuk melontarkan soal kepada Asy-Syaikh ‘Izzuddin Romadhoni di kota Tajinanat, tentang pergi ke Daarul Hadits Dammaj. Maka asy-Syaikh hafizhohulloh mengalihkan pertanyaan tersebut ke Asy-Syaikh Hamzah As-Saufi hafizhohulloh setraya berkata: “Di sana ada yang lebih mengetahui dari pada aku tentang Dammaj, maka silahkan ya Syaikh Hamzah!!” maka Asy-Syaikh Hamzah mengelak kecuali membarikan jawaban tersebut kepada Asy-Syaikh ‘Izzuddin hafizhohulloh untuk mendengarkan dari beliau. Maka Asy-Syaikh Izzuddin hafizhohulloh memuji Daaru Hadits Dammaj dengan kebaikan, dan di antara perkataan beliau: “Bagaimana aku tidak menasehatkannya, dalam keadaan Dammaj adalah tempat ‘ilmu.” Kenudian beliau berbicara dengan perkataan yang baik, menasehatkan ke Dammaj, dan menyemangati untuk safar ke Daarul Hadits Dammaj.”(lihat http://www.aloloom.net)

  • Asy-Syaikh ‘Abdul Bari bin Hammad Al-Anshori hafizhohulloh:

* Beliau pada 21 Sya’ban 1431 H, menyampaikansalam ke Daarul Hadits Dammaj.

  • Asy-Syaikh Abu Rowahah hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Abu Rowahah hafizhohulloh: “Mentahdzir dari Dammaj, secara hakekatnya adalah mentahdzirdari ‘ilmu dan Sunnah. Dan demi Alloh itulah yang terjadi.”
* Berkata Asy-Syaikh Abu Rowahah hafizhohulloh: “Dammaj adalah tempat untuk menuntut ‘ilmu dan Sunnah terbesar di dunia ini.”

  • Asy-Syaikh Abu ‘Ammar Yasir Ad-Duba’i hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Abu ‘Ammar Yasir Ad-Duba’i hafizhohulloh: “Tempat ini adalah tempat yang mubarok, Daarul Hadits Dammaj, yang telah memberikan manfa’at para salafiyyun di Yaman secara khususnya dan di alam ini secara umum.”

Tazkiyah ‘Ulama Ahlis Sunnah terhadap Asy-Syaikh
Yahya Al-Hajuri

  • Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rohimahulloh:

* Beliau (Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rohimahulloh) berkata dalam muqoddimah kitab “Ahkamul Jum’ah”: “Aku telah melihat kitab “Al-Jum’ah” karya Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh maka aku mendapatinya sebagai suatu kitab yang agung. Di dalamnya ada faidah-faidah yang pantas untuk dicari walaupun dengan perjalanan yang sungguh-sungguh.
Dan Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh berada pada puncak kehati-hatian dalam memilih, taqwa,zuhud, wara’, dan takut pada Alloh. Dan beliau adalah orang yang sangat berani dalam mengemukakan kebenaran, tidak takut karena Alloh celaan orang yang mencela. Dan beliaulah hafizhohulloh yang menjadi penggantiku dalam penyampaian durus (pelajaran-pelajaran) di daarul hadits Dammaj, beliau menyampaikannya dengan cara yang terbaik yang kita inginkan….maka semoga Alloh membalas saudara kita Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh dengan kebaikan. Dan selamat baginya atas apa yang dikaruniakan Alloh padanya berupa. Kesabaran dalam bahts (penulusuran suatu masalah), penjelajahan faidah hadits dan fiqh. Kitab ini adalah kitab hadits dan fiqh.”
* Dan beliau rohimahulloh berkata dalam muqoddimmah kitab “Dhiya’us salikin”: “Telah dibacakan kepada saya sebagian dari risalah safar yang telah ditulis oleh saudara kita Asy-Syaikh Al-Fadhil Az-Zaahid (yang zuhud) Al-Muhaddits (ahlul Hadits) Al-faqih (Ahlul Fiqh)….dan Al-Akh asy-Syaikh Yahya, dia adalah sosok seseorang yang dicintai dikalangan saudaranya Ahlus Sunnah, karena mereka melihat pada dirinya berupa aqidah yang baik dan kecintaannya kepada As-Sunnah dan kebenciannya terhadap bid’ah dan hizbiyyah yang sangat mudah merubah kepribadian seseorang dan dia memberikan manfaat kepada saudaranya dari kalangan kaum muslimin dengan fatwa-fatwa yang bersandarkan di atas dalil.”
* Dan beliau (Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rohimahulloh) berkata dalam muqoddimah kitab “Islahul Mujtama”: “…..dan Al-Akh Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri, Alhamdulillah berkat keutamaan dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala sungguh telah menjadi rujukan dalam pelajaran dan fatwa-fatwa. Saya memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala agar membalasnya dengan kebaikan dan agar memberikan berkah dalam ‘ilmunya, hartanya dan keluarganya…”
* Dan beliau (Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rohimahulloh) berkata dalam muqoddimah kitab “Ahkamut Tayammum”: “Dan saya telah melihat apa yang ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Fadhil Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri dalam permasalahan tayammum, maka saya mendapatinya telah meletakkan di dalamnya faedah-faedah yang pantas bagi seseorang untuk rihlah (menempuh perjalanan) untuk mendapatkan faedah-faedah tersebut, yaitu berupa ucapan beliau tentang hadits, rijal sanad (orang-orang yang meriwayatkan hadits) dan istimbath (pengluaran/penarikan hukum) dalam permasalahan fiqih, yang hal tersebut menunjukkan dalamnya ‘ilmu beliau di dalam ‘ilmu hadits dan ilmu fiqih. Dan tidaklah berlebihan apabila saya katakan bahwa apa yang dia kerjakan dalam kitab ini lebih dari apa yang dikerjakan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya “Fathul Bari” dalam bab ini (tayammum) berupa penjelasan tentang kedudukan hadits dan tentang derajat (tingkatan) hadits. Dan bukan maksud saya bahwa Al-Akh Al-Fadhil Yahya ‘ilmunya melebihi Al-Hafidz (Ibnu Hajar) dalam ‘ilmu hadits, akan tetapi Al-Akh Yahya lebih mutqin tentang apa yang dia tulis di dalam kitab syarah yang barokah ini, maksud saya “Syarah Al Muntaqa” karya Ibnu Al-Jarud, dan barokah dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala membalas semuanya dengan kebaikan.”
* Dan beliau (Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rohimahulloh) berkata dalam muqoddimah kitab “Fathul Wahhab”:…. dan di zaman ini sekarang, para ‘ulama yang mereka berdiri di hadapan bid’ah-bad’ah ini, di antara mereka adalah Asy-Syaikh ‘Abdul Azis bin Baz, dan Ayah kita Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani…. Dan di Yaman sejumlah ‘ulama yang diberkahi oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Asy-Syaikh Abdul Azis al-Buro’i,…..(lalu beliau menyebutkan sejumlah ‘ulama Yaman)….dan di antara mereka adalah Asy-Syaikh Al-Fadhil As-Sunni As-Salafy yang terus-menerus dars-dars (pelajaran-pelajaran) dan kitab-kitab beliau memerangi kebid’ahan, dan sesungguhnya tulisan (kitabnya) ini berupa penjelasan tentang bid’ahnya mihrob adalh bukti terbesar atas hal itu. Dia adalah Asy-syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri, semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberkahinya dan usahanya dalam memerangi kesyirikan dan kebid’ahan. Dan semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala mencegah terhadap diri kita dan dirinya segala kejahatan dan segala yang dibenci.”
* Dan beliau (Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rohimahulloh) berkata dalam tarjamah beliau, tatkala beliau menyebutkan murid-murid beliau, dan di antara mereka adalah “Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri, Abu ‘Abdirrohman termasuk di antara yang hafidz Al-Quran dan mustafied dalam berbagai cabang ‘ilmu, dan saya telah mendengar sebagian pelajaran-pelajarannya yang menunjukkan istifadahnya dan dia kuat dalam tauhid.”
* Dan beliau (Asy-Syaikh Muqbil bi Hadi Al-Wadi’i rohimahulloh) berkata dalam muqoddimah kitab “Ash-Shubuhu Asy-Syariq”: “Saya kagum dengan dia, seorang bahits (orang yang mempunyai kemampuan dan kesehariannya membahas permasalahan dari kitab-kitab para’ulama) yang mengumpulkan catatan-catatan faedah, baik dalam fiqih, hadits dan tafsir.”
Dan maha benar Alloh Subhanahu wa Ta’ala tatkala berfirman:

يِا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إَن تَتَّقُواْ اللّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَاناً وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

” Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertakwa kepada Alloh, maka Alloh akan menjadikan bagi kalian furqon (untuk membedakan antara yang haq dan yang bathil)”(QS. Al-Anfal: 29)

Dan Alloh juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِن رَّحْمَتِهِ وَيَجْعَل لَّكُمْ نُوراً تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dan berimanlah kepada Rosul-Nya, maka Alloh akan memberikan kepada kalian dua bagian dari rahmat-Nya dan menjadikan bagi kalian nur yang kalian berjalan di atasnya.”(QS. Al-Hadid: 28)

Dan Asy-Syaikh Al-Imam Al-‘Allamah Al-Mujahid Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rohimahulloh: “Dan saya wasiatkan kepada mereka (kerabat beliau dari penduduk Dammaj) terhadap Asy-Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuri untuk berbuat baik dan agar jangan ridho dengan diturunkannya beliau dari kursi karena beliau adalah An-Nashihul Amin (Penasehat yang terpercaya).”(Terjemah wasiat Syaikh Muqbil hal.2)
* Dan berkata Al-Akh ‘Abdulloh Al-Mathir hafizhohulloh: “Dan sungguh saya pernah bertanya kepada Asy-Syaikh Muqbil, dan kami demi Alloh, tidak ada antara saya dengan beliau kecuali Alloh Subhanahu wa Ta’ala, dan kami berada di kamar beliau di atas tempat tidur beliau yang beliau tidur di atasnya , kemudian saya katakan kepada beliau: ” Wahai Syaikh, kepada siapa ikhwan Ahlus Sunnah di Yaman merujukkan urusan-urusan mereka dan siapakah orang yang paling ber’ilmu di Yaman?” maka Asy-Syaikh Muqbil terdiam sebentar dan berkata: “Asy-Syaikh Yahya.”
Ini Yang saya dengar dari Asy-syaikh Muqbil, dan bukanlah maksud di sini bahwa kami menjatuhkan ‘ulama-‘ulama Yaman, karena sesungguhnya kami memuliakan dan mencintai mereka karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala.”(Dinukil dari “Asy-Syaikh Yahya fi suthur wa makanitihi ‘ inda imam wadi’i ha”hal 4).
* Berkata Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh: “Dan Asy-Syaikh rohimahulloh menginginkan aku untuk mengajarkan pelajaran Tafsir Ibnu Katsir, maka aku katakan: Ya Syaikh, diriku merasa rendah dalam keadaan aku mengajar dan engkau ada. Dan ini 5 atau 6 tahun yang lalu, dan para ikhwah mengetahui ini. Dan terkadang beliau hadir di majlis dalam keadaan aku mengajar Shohih Al-Bukhori. Dan aku merasa ketika aku di atas kursi seperti aku memikul batu yang sangat berat di atass kursi sementara Syaikh rohimahulloh di sisiku. Na’am, kemudian aku katakan kepada beliau rohimahulloh: “Sungguh diriku merasa rendah, dan aku tidak mau melakukan hal ini.” Maka Syaikh rohimahulloh tidak mau kecuali menginginkan aku untuk mengajarkan Tafsir di masjid tersebut. Yakni masjid yang lampau sebelum dibangun masjid yang baru ini. Dan inilah salah satu bentuk ketawadhu’an beliau. Dan demi Alloh, termasuk ketawadhu’an beliau. Dan demi Alloh termasuk ketawadhu’annya: “Al-Akh Yahya terkadang memberikan faedah kepada ikhwan yang aku tidak memberikan faedah kepadanya, karena beliau menghadirkan apa yang tidak hadirkan, dan mereka datang dengan faedah-faedah.” Dan inilah termasuk dari ketawadhu’an beliau. Demi Alloh, Yahya itu tidak ada apa-apanya di sisi Imam tersebut.”
* Berkata Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh: “Bahkan sebagian orang memberikan bisikan yang jelek tentang diriku kepada Asy-Syaikh rohimahulloh, dan aku mengetahui itu dalam keadaan beliau sakit. Kemudian Syaikh rohimahulloh membantah dan ada kertas yang di baca dan diketahui oleh Abul Hammam semoga Alloh menjaganya dan semuanya, jawaban Syaikh rohimahulloh: “Sesungguhnya kami menasehatkan kalian untuk saling membantu bersama Al-Akh Yahya.”
* Berkata Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh: “Dahulu Abul Hasan dan salah satu masyayikh Yaman pernah masuk ke Asy-Syaikh Muqbil rohimahulloh, dengan melaporkan kepada beliau Syaikh Muqbil rohimahulloh bahwasanya Asy-Syaikh Yahyamutasyaddid; kemudian Asy-Syaikh rohimahulloh mengatakan: “Asy-Syaikh Yahya itu lebih tahu dan lebih bagus dari apa yang kalian kritik.” Atau semakna dengan ini.Ini sebagaiman Syaikh Yahya kabarkan dalam majlis beliau.

  • Asy-Syaikh Ahmad Bin Yahya An-Najmi rohimahulloh:

* Asy-Syaikh Ahmad An-Najmi rohimahulloh ditanya: “Apa pendapat Asy-Syaikh tentang orang yang berbicara terhadap para masyayikh (para ‘ulama) berikut ini: Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholi hafizhohulloh, Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab hadahulloh, Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh?” Beliau menjawab: “Barangsiapa yang berbicara terhadap Ahlus Sunnah dan para pembawa manhaj salafi, maka hal itu adalah dalil/bukti yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang Ahlul Bid’ah. Dan para ‘ulama tersebut, kita meyakini bahwa mereka adalah Ahlus Sunnah dan bermanhaj salafi, dan tidaklah kita mentazkiyah mereka atas Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan kita meminta kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala kekokohan dan pemantapan bagi semua untuk setiap kebaikan. Dan kita berdoa Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang maha agung untuk menjaga mereka dari setiap kejelekan dan dari hal-hal yang di benci.”(sebagaimana dalam kitab “Al-fatawa Al jaliyah ‘anil manahij ad da’awiyah.”)
* Berkata Syaikh Ahmad An-Najmi rohimahulloh pada muqoddimah kitab “As-Shubhu Asy-Syariq fi Ar-Rodd ‘ala Dholalat ‘Abdul Majid Az-Zindani fi Kitabihi tauhid Al-Kholiq”: “…semoga Alloh membalas beliau dengan kebaikan dan memberkahi di dalamnya dan semoga Alloh memperbanya orang-orang yang semisal beliau yang membela kebenaran dan menolong untuk menegakkan tauhid..”

  • Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholi hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Robi bin Hadi Al-Madkholi hafizhohulloh yang dinukilkan oleh Asy-Syaikh Abu Hammam Al-Baidhoni hafizhohulloh: “Dan keyakinan yang dengan saya beragama kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala adalah bahwasanya Asy-Syaikh Yahya adalah seorang Ahlut Taqwa dan waro’ dan zuhud (dan beliau memuji Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh) kemudian beliau mengatakan: “Dan beliau telah memegang da’wah salafiyah dengan tangan yang sangat kokoh dan tidaklah pantas untuk memegangnya kecuali dia dan orang-orang semisalnya.Sampaikan salamku kepada Al-Wushobi (Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Wushobi hadahulloh) dan Al-Hajuri (Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh) dan sudara-saudaranya (Ahlus Sunnah) dan katakan kepada mereka bahwa walau datang kepadaku siapapun dia, saya tidak akan mendengar kalam tentang mereka, (yang) menjelekkan mereka, sampai-sampai kalaupun mereka datang kepadaku dengan kalam sebesar gunung Makkah, maka saya tidak akan membuka telinga saya untuk itu. Bagaiman bisa saya berbicara terhadap orang terhadap orang yang menginjak dunia dengan kaki-kaki mereka sementara manusia berkumpul pada dunia tersebut, bahkan mereka mengusir jam’iyyah hizbiyyah yang memecah belah umat dan mengusir bid’ah dan kemudian saya berbicara (menyudutkan mereka), ini tidak masuk akal.”(ucapan ini disampaikan oleh Asy-Syaikh Abu Hammah Al-Baidhoni kepada Al-Akh Abu Bilal Al-Hadromi melalui telepon. dan kasetnya ada di maktabah as-salafiyyah di Al-Hami. dan jawaban Asy-Syaikh Robi’ ini terjadi beberapa bulan lalu pada tahun ini (1428 H)
* Mengabarkan kepada kami Asy-Syaikh Abu Hammam Al-Baidhoni hafizhohulloh, berkata Asy-Syaikh Al-‘Allamah Robi’ bin Hadi hafizhohulloh: “Saya tidak mengetahui satu tempat pun yang cocok untuk ‘ilmu seperti Dammaj, hal itu dikarenakan seorang yang sholih pergi ke Dammaj dan tinggal dalam waktu yang singkat kemudian datang kepada kita dengan ‘ilmu yang banyak.”
* Kemudian Asy-Syaikh Abu Hammam hafizhohulloh berkata: “Dan sekarang 17 Sya’ban 1428 H beliau Asy-Syaikh Robi’ menulis sebuah kitab tentang para ‘ulama besar yang telah terdahulu, bagaiman mereka dahulu menjaga sunnah dan beliau memperlihatkannya kepadaku, kemudian berkata: “Ini saya tulis untuk orang-orang semisal tholabil ‘ilmi di Dammaj, karena sesungguhnya saya tidak mengetahui ada yang seperti mereka dalam menjaga sunnah.”
Ini beliau (Abu Hammam) sampaikan lewat tulisan yang dia tulis di tempat pertama dari kitab majmu’ rosail tulisan Asy-Syaikh Ahmad An-Najmi yang beliau kumpulkan dan bagi-bagikan.
* Berkata Al-Akh Samir sebagaimana dalam Risalah “Ahlu Jaddah” yang disampaikannya kepada Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali hafizhohulloh: “Aku berkata kepada Asy-Syaikh Robi’ hafizhohulloh bahwa pengikut Abul Hasan Al-Mishri mengatakan bahwa di Yaman tidak ada ‘ulama, maka Asy-Syaikh Robi’ mengatakan: “Asy-Syaikh Muhammad siapa dia??? Asy-Syaikh Yahya siapa dia??? dan selain dari keduanya dari saudara-saudara mereka.”(Nukilan dari”Inba’il Fudhola”, Sa’id bin Da’as Al-Yafi’i hafizhohulloh)
* Dan Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholi hafizhohulloh berkata pada tanggal 11 Syawal 1428 H: “Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh akan pantas untuk menjadi imam di alam ini dengan seizin Alloh ta’ala.”(Berita dari Al-Akh Anis Al-Hadhromi dari Al-Imam Robi’ bin Hadi Al-Madkholi hafizhohumulloh)
* Dan Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholi hafizhohulloh berkata dua bulan kemudian (Dzul Hijjah/1428 H): “Semoga Alloh membalas dengan kebaikan kepada Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh yang telah mengusir orang-orang fajir (jahat) itu.”(Berita ini dari Al-Akh Anis Al-Hadhromi dari Absul Hakim Ar-Roimi dan Abu Hammam Al-Baidhoni dari Al-Imam Robi’ bin Hadi Al-Madkholi hafizhohumulloh. Dan juga dari Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh saat menjawab soal dari ahlul baidho’ sempat menukilkan perkataan Asy-Syaikh Robi’ hafizhohulloh di atas)

  • Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Wushobi hadahulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Wushobi Al-‘Abdali hadahulloh, sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh dalam dars beliau, tatkala Asy-Syaikh Muhammad bin ‘abdul Wahhab Al-Wushobi hadahulloh berkata kepada beliau: “Da’wah salafiyyah selalu diincar dan engkau wahai Aba Abdirrohman (Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh) adalah orang yang pertama diincar.”
* Dan beliau (Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Wushobi Al-‘Abdali hadahulloh)
juga berkata: “….maka semoga Alloh membalas Asy-Syaikh Al-Fadhil, Al-Muhadits, Al-Faqih pengganti Asy-Syaikh Muqbil di markiznya dengan kebaikan atas yang dia berikan untuk da’wah.”
* Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Wushobi Al-‘Abdali hadahulloh: “Demi Alloh bahwasanya termasuk anugrah dari Alloh kepada dirku adalah Asy-Syaikh Muqbil tidak mewasiatkan markiz Dammaj kepadaku. Kalau seandainya Asy-Syaikh Muqbil mewasiatkan itu kepadaku, maka sungguh saya berada di antara dua gunung yang besar, yang salah satu dari kedua wasiat tersebut adalah wasiat Asy-Syaikh Muqbil dan yang kedua bahwasanya diriku tidak pantas untuk menempati tempat ini (Dammaj) dan sesungguhnya (Dammaj) tidak pantas kecuali untuk Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh, beliau dalah orang yang ahli dan pantas untuk mendudukinya.”
* Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab Al-Wushobi hadahulloh: Tidaklah yang mencela Asy-Syaikh Yahya kecuali orang yang hasat, dengki dan pengekor hawa nafsu.”

  • Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam waffaqohulloh:

* Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam wafaqohulloh berkata: “Tidak seorangpun yang mencela Asy-Syaikh Al-Allamah Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh kecuali dia seorang yang Jahil atau pengikut hawa nafsu.”(Dinukil dari risalah, “madza yanqimuna yahya hal. 6)
* Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam wafaqohulloh berkata: “Tidaklah pantas untuk melakukan Jarh wa Ta’dil di zaman ini kecuali Asy-Syaikh Robi’ hafizhohulloh dan Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh.”(Dinukil dari Asy-Syaikh Yahya fi suthur wa makanitihi ‘inda imam wadi’i” hal. 5)
* ‘Abdulloh Ad-Dhuba’i waffaqohulloh pernah mendengar Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhohulloh berbicara tentang keluar untuk da’wah. Maka salah seorang hadirin berkata, “Wahai Syaikh, Asy-Syaikh Yahya hafizhohulloh tidak keluar da’wah?” Maka Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhohulloh berkata : “Tunggu dulu, Al-Hajuri Imam.”(Dinukil dari “Muammarotul Kubro” Abdul Ghoni Al-Qo’syami, hal. 24)
* Dan Dars ‘Asr hari senin 8 Jumadal Akhir, Asy-Syaikh Al-Imam waffaqohulloh menyobek sebagian selebaran yang disebarakan oleh sebagian penyusup yang ada di Daarul Hadits Ma’bar. Dan tercantum pada selebaran tersebut sebagian celaan dan tahdzir dari Daarul Hadits Dammaj dan Syaikhnya An-Nashih Al-Amin. Dan sebagian ikhwah meyakinkan bahwa bahwa pada sebagian selebaran tersebut ada perkataan terakhir ‘Ubaid Al-Jabiri.

  • Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azis Al-Buro’i waffaqohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azis Al-Buro’i waffaqohulloh: “Kami mengetahui bahwa Syaikh Yahya itu di atas ketaqwaan dan muroqobah (senantiasa merasa diawasi Alloh Subhanahu wa Ta’ala, dan beliau adalah saudara kami di dalam agama Alloh Subhanahu wa Ta’ala, dan kami mencintainya karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Dan beliau adalah seorang ‘alim dari kalangan ‘ulama sunnah, serta mahkota di atas kepala-kepala Ahlus Sunnah. Kami mencintainya karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala.”(Dinukil dari kaset “jilsah ashabul qushoi’ar” dan kasetnya ada di tasjilat Daarul Atsar Dammaj Yaman. Tanggal 28/7/1428)
* Berkata Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azis Al-Buro’i waffaqohulloh: “Dan kami menganggap bahwa barangsiapa yang berbicara terhadap Asy-Syaikh Yahya, maka dia telah berbicara terhadap kami (para ‘ulama Yaman) dan barangsiapa yang berbicara terhadap Dammaj,maka dia telah bebicara terhadap kami semua.”(Dinukil dari kaset “jilsah ashabul qushoi’ar” dan kasetnya ada di tasjilat Daarul Atsar Dammaj Yaman.)
* Berkata Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azis Al-Buro’i waffaqohulloh: ketika tersebar di situs “wahyain” [Bahwasanya Syaikh Al-Buro’i menyalahkan Syaikh Yahya Al-Hajuri] maka beliau berkata: “Mereka adalah orang-orang yang memancing di air keruh.”(Yakni menginginkan permusuhan dan adu domba) Beliau juga berkata: “Asy-Syaikh Yahya adalah saudara kami dan orang yang kami cintai.”
* Dan beliau (Berkata Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azis Al-Buro’i waffaqohulloh) berkata: “Demi Alloh, kalaupun gunung-gunung saling bertandukan, tidak akan mampu memisahkan kami.”
* Dan beliau (Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azis Al-Buro’i waffaqohulloh) berkata: “Asy-Syaikh Yahya adalah ciri khas di wajah ahlussunnah dan mahkota di atas kepala mereka.”(Dinukil dari “Madza Yanqimuna Min Yahya karya Adnan Adz-Dzammari”, hal.6, dan “Jalsah Ahli Qushoi’ar Ma’asy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Al-Buro’i”, dan “Muammarotul Kubro”, Abdul Ghoni Al-Qo’syami, hal. 24)
* Berkata Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azis Al-Buro’i waffaqohulloh: “Siapa yang akan mengambil faidah dari berbicara tentang Asy-Syaikh Yahya ??!! apakah Ahlus Sunnah akan mengambil faidah ??!!Bahkan para Mubtadi’lah yang akan mengambil faidah ??!!
* Dahulu Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Azis Al-Buro’i pernah mengatakan pada saat fitnah Abul Hasan: “Kami mengetahui seorang salafi dari bukan salafi dengan mencintai Syaikh Yahya.” Maka ketika ditanya pada fitnah ini -yakni fitnah ‘Abdurrohman Al-‘Adani: apakah anda akan mengatakan dengan perkataan ini: beliau menjawab: “Ya.”[lihat Ar-Rodd Asy-Syar’i ‘ala Al-Muftari Muhammad As-Sarbini..hal.9/oleh Thoriq Al-Ba’dani, pada catatan kaki no. 2]

  • Asy-Syaikh ‘Abdulooh bin Muhammad ‘Utsman Adz-Dzammari waffaqohulloh:

* Berkata Al-Akh Kholid Al-Ghurbani hafizhohulloh: “Telah disodorkan kepada Asy-Syaikh hafizhohulloh perkataan Al-Jabiri yang terakhir, terdapat di dalamnya tahdzir dari Dammaj serta adu domba para Thulab dengan Syaikhnya, dan di antara Ahlu Wadi’ah dan Syaikhnya.”Maka jawaban beliau: “ini adalah kesalahan yang jelas. Kami tidak bersama dia (‘Ubaid) dan tidak pula Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab dalam tahdzir dari Dammaj dan Asy-Syaikh Yahya.”
* Berkata Asy-Syaikh ‘Abdulloh bin ‘Utsman waffaqohuloh: “Orang yang mencela Syaikh Yahya dan para saudaranya para masyayikh, maka ragukanlah dia di atas keislamannya.”
* Berkata Asy-Syaikh : “Kami katakan kepada saudara-saudara kami, tenanglah kalian dan saudara-saudara kalian di Markiz Dammaj di sisi Asy-Syaikh Yahya Al-Hajuri hafizhohulloh dalam keadaan baik dan nikmat. Walhamdulillah.”

  • Asy-Syaikh Jamil Ash-Shilwi hafizhohulloh:

* Saat mengajar di Dars umum beliau berkata: “Orang yang mencela Asy-Syaikh Yahya dia itulah yang pantas dicela. Hal itu dikarenakan Asy-Syaikh Yahya itu berbicara karena Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan agama Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sementara salah seorang dari kita terkadang tidak berani untuk berbicara tentang sebagian perkara. Dan beliau itu telah Alloh Subhanahu wa Ta’ala persiapkan untuk mengurusi perkara ini, mengajar, menulis dan menyelesaikan problem-problem umat yang sangat banyak.”(Juga tercantum dalam “Muammarotul Kubro” karya Abdul Ghoni Al-Qo’syami, hal. 24)

  • Asy-Syaikh Muhammad bin Hizam Al-Ba’dani hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Hizam hafizhohulloh: “Adapun orang yang menisbatkan kepada orang yang mencela Syaikh Yahya, maka itu tidaklah memudhorotkan kecuali pada dirinya sendiri dan mencela ‘ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah tanda-tanda ahlul bid’ah, dan tanda-tanda seorang ahlulbid’ah dan ahlul za’igh (menyimpang) adalah celaan mereka terhadap para ‘ulama sebagaimana perkataan Abu Hatim Ar-Rozi dan Qutaibah bin Sa’id: “tanda-tanda ahlul bid’ah adalah mencela pada ahlul atsar.”
* Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Hizam hafizhohulloh “Adapun Syaikh Yahya, kami mengharapkan kepada beliau agar Alloh mengangkat derajat beliau pada fitnah ini karena beliau sabar, menghrapkan (pahala) dan berjihad (di jalan Alloh).”
* Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Hizam hafizhohulloh: “..mereka (para ‘ulama)
memandang bahwasanya siapa yang mencela Syaikh Yahya adalah seorang yang terfitnah dan wajib bagi (para pencela) utnuk dijauhi..”(Perkataan beliau ini disampaikan pada Sya’ban 1429 H)

  • Asy-Syaikh Abu ‘Abdis Salam Hasan Bin Qoshim Ar-Roimi At-Ta’izzi hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Hasan bin Qosim Ar-Roimi hafizhohulloh: “Sesungguhnya Syaih Yahya hafizhohulloh di Yaman itu seperti Ahmad (bin Hanbal) pada zamannya dari sisi keteguhan belliau dalam menghadapi ahlul bathil’ dan dari sisi kejelian beliau dalam melihat makar ahlil ahwa, dan dari sisi keagungan ‘ilmunya, dari sisi kegigihannya memikul ilmu dan pengajaran.”
* Ketika berbicara tentang makar Ibnai Mari’i
dan pengikutnya terhadap Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh, beliau berkata:..”meka mereka menggunakan seluruh yang mereka miliki yang berupa perlengkapan, kekuatan, pengkaburan, penipuan, dan pemutarbalikan fakta. Mereka dengan itu semua menginginkan untuk menjatuhkan “Al-Jabalul Asyyam” (gunung yang menjadi simbol) tersebut, dan baju besi yang aman dengan seidzin Alloh bagi da’wah ini yang ada di Dammaj Al-Khoir, beliau dan para masyayikh utama yang bersamanya.”(Lihat “Al-Haqo’iq Waqi’yyah” hal .20 karya beliau hafizhohulloh)

* Dan beliau hafizhohulloh juga berkata: “Maka wajib bagi kita untuk memiliki kecemburuan seperti mereka orang-orang yang ahli dalam memegang agama ini (para ‘ulama) dan berusaha utnuk mencegah setiap orang yang mencela mereka atau orang yang semisal dengan mereka seperti Al-‘Allamah Al-Albani rohimahulloh, Al-‘Allamah Ibnu Baz rohimahulloh, Al-‘Allamah-‘Utsaimin rohimahulloh, Al-‘Allamah Al-Wadi’i rohimahulloh dan Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh ta’ala dan yang semisal dengan mereka dari para ‘ulama.(Lihat Numudzaj min hal ‘Abdarrohman wa syu’mu fitnatuhu” terjemahan hal. 41)

  • Asy-Syaikh Muhammad bin Muhammad bin Mani’ hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Mani’ hafizhohulloh: “Dan tidak asing lagi bahwa tempat tersebut Alloh telah memberikan manfaat hidayah dengannya kebanyakan manusia, dan mengeluarkan darinya para masyayikh dan penuntut ‘ilmu yang bertebaran di penjuru seluruh dunia sebagai da’i yang menyerukepada tauhid dan sunnah dan manhaj salaf. Dan terus-menerus dengan segala pujian untuk Alloh tempat tersebut hidup dengan ‘ilmu dan sunnah.
Dan setelah Syaikh Muqbil rohimahulloh digantikan dengan wasiatnya oleh Asy-Syaikh Al-Muhaddits Abu ‘Abdirrohman Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri semoga Alloh menjaganya, beliaumengurusi da’wah ini dengan sebaik-baik pengurusan. Sangat lantang dalam mengemukakan kebenaran, menolong sunnah, memberantas kebid’ahan dan ahlul bid’ah. Semoga Alloh membalas beliau dengan kebaikan.”(Nashihatun Mukhtashoroh Lil Indonesiyyin hal. 1)
* Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Mani’ hafizhohulloh: “Dan diantara orang yang paling dengki dengan markiz ini adalah ‘Ubaid Al-Jabiri yang telah melampaui batas dalam mentahdzir Dammaj dan mencela pengurusnya, yaitu penganti Syaikh kami yang menegakkan dakwah salafiyyah di negeri kami, dialah Saifus Sunnah (pedang sunnah)
Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh.

  • Asy-Syaikh Abu Bakr ‘Abdurrozzaq An-Nahmi hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Abu Bakr ‘Abdurrozzaq An-Nahmi hafizhohulloh: “Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri termasuk dari ‘ulama Ahlis Sunnah. Dan Asy-Syaikh Muqbil rohimahulloh telah mewasiatkan kepada beliau untuk menjadi penggantinya di kursinya, dan Asy-Syaikh Muqbil rohimahulloh telah tepat dalam pelihannya, karena kami melihat dari beliau (Asy-Syaikh Yahya)
kecemburuan serta kecintaan dan pembelaan beliau terhadap sunnah’ dan semangatnya dalam ‘ilmu dan ta’lim, dan zuhudnya kepada dunia, waro’nya dan tawadhu’nya. Ini yang kami ketahui dan saksikan dari beliau….”(Lihat Ma’alim Da’wah Ahlis Sunnah hal.80)

  • Asy-Syaikh Abu Bakr bin ‘Athiyyah Al-Mishri hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Abu Bakr Al-Mishri hafizhohulloh: “Asy-Syaikh Al-‘Allamah An-Nihrir, Al-Mujahid Al-Bashir (Pejuang Jihad yang ber’ilmu), penumpas kesesatan dengan pedang sunnahnya yang tajam, yang menjaga Daarul Hadits Dammaj dari Syubuhat yang keruh, serta bid’ah dan bahay-bahaya…Asy-Syaikh Abu ‘Abdirrohman Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri.”

  • Asy-Syaikh ‘Abdul Hamid Al-Hajuri hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Abu Muhammad ‘Abdul Hamid Al-Hajuri hafizhohulloh: “Kemudian Asy-Syaikh rohimahulloh oleh muridnya yang berbakti, pemilik pemahaman yang cerdas, akal yang kuat, seorang ‘Alim yang mulia, yang dermawan, penasehat yang terpercaya Abu ‘Abdirrohman Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh.

  • Asy-Syaikh Muhammad Ba Jamal hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Muhammad Ba Jamal hafizhohulloh: “Ysikh kami Yahya ‘Alim, termasuk dari ‘Ulama muslimin, apabila berbicara dengan al-haq wajib bagi kita untuk menerimanya, dan wajib bagi kita untuk menolongnya, apabila salah kita menasehati dengan yang baik. Wal hamdulillah beliau menerima nasehat. Dan barang siapa yang mengatakan bahwa tidak menerima nasehat maka dia pendusta.”

  • Asy-Syaikh Abu Rowahah hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikh Abu Rowahah hafizhohulloh pada saat fitnah Abul Hasan: “Bahkan sebagian dari mereka (orang yang terfitnah) pada waktu belajar mencela Asy-Syaikh Al Hajuri pada hari-hari itu, dan beliau bersabar dan teguh. Dan terus berbicara tentang Abul Hasan dengan ketsabatan, tenang dan kemuliaan.”

  • Asy-Syaikh Abu ‘Ammar Yasir Ad-Duba’i hafizhohulloh:

* Berkata Asy-Syaikhy Abu ‘Ammar Yasir Ad-Duba’i hafizhohulloh: “kemudian Alloh mengambil ruh hambaNya, Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rohimahulloh, kemudian digantikan oleh apa yang dipilih oleh Syaikh kami Muqbil rohimahulloh dialah Asy-Syaikh Al-Fadhil Abu ‘Abdirrohman Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhohulloh yang mengurusi dengan sebaik-baik pengurusan. dan mengurusi ma’had sebagaimana apa yang dilakukan oleh Asy-Syaikh rohimahulloh.”

 
2 Komen

Posted by di April 25, 2011 in Nasihat

 

2 responses to “Pembelaan Terhadap Dammaj dan Syaikh Yahya Al-Hajuri

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: