RSS

Awas Hadis Dhaif Dan Maudhu Yang Bertebiaran Di Sekeliling kita

20 May

Derajat hadis secara ringkas terbagi kepada sahih, hasan, dha’if, dan maudhu (palsu). Hadis-hadis yang derajatnya sahih atau hasan adalah hadis-hadis yang dapat dijadikan hujjah. Hadis-hadis yang derajatnya dha’if dan maudhu’ tidak boleh dijadikan hujjah dalam amal ibadah kita.

Imam Muslim dalam mukaddimah kitabnya (yaitu kitab Sahih Muslim) mengingatkan kepada kita akan bahaya hadis dha’if (lemah) dengan membuat bab tersendiri yang berjudul “Larangan menyampaikan setiap perkataan yang didengarnya”.

Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Sahih Muslim membuat bab tersendiri dengan judul : “Larangan meriwayatkan hadis dari orang-orang yang dha’if”. Beliau berdalil dengan hadis Rasulullah :

“Di akhir zaman nanti akan ada sekelompok orang dari ummatku yang menyampaikan hadis-hadis yang belum pernah didengar oleh kamu mahupun oleh ayah-ayah kamu. Maka waspadalah terhadap mereka itu !” (HR. Muslim )

Bahawa nanti akan muncul hadis-hadis palsu, yaitu hadis-hadis baru, hadis yang direka-reka yang bukan berasal dari Rasulullah. Dan setiap perkataan Rasulullah pastilah benar, Rasulullah sudah memperingatkannya sejak lebih 1400 tahun dahulu, dan telah terbukti dengan banyaknya sekarang hadis-hadis palsu yang beredar di sekeliling kita.

Rasulullah memperingatkan kita akan bahayanya meyampaikan hadis-hadis palsu dan akibat yang akan ditanggung oleh orang yang menyampaikannya seperti para Da’i, Khatib, Penceramah, Ustaz-Ustaz dll.

Rasulullah bersabda dengan ancaman :

“Barang siapa menisbatkan perkataan kepadaku (mengatakan bahawa aku yang mengatakan suatu hadis) padahal aku tidak mengatakannya, maka hendaklah dia bersiap sedia menempati di Neraka” (hadis sahih HR. Ahmad)

“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidak sama seperti berdusta atas nama orang lain. Barang siapa sengaja berdusta atas namaku hendaklah ia bersedia menempati Neraka” (HR. Muslim no. 4)

“Barangsiapa meriwayatkan sebuah hadis, padahal ia tahu bahawa hadis itu dusta, maka sesungguhnya ia termasuk salah seorang dari para pendusta”. (HR. Muslim dalam mukaddimah I/9)

“Barang siapa dengan sengaja berdusta atas namaku, maka hendaknya dia bersiap sedia menempati di Neraka” ( HR. Bukhori no. 103 dan Muslim dalam mukaddimah/3 )

Hadis ini sangat kuat, diantaranya disebut dalam kitab Mushonnaf Ibni Abi Syaibah ada 18 jalur periwayatan, Maktabah Ar Rusyd, Riyadh, cetakan I, 1409, muhaqqiq Kamal Yusuf Al Hut, 7 jilid, jilid 6, hal. 204-205. Silakan melihat buku ‘Tarekat Tasawuf Tahlilan dan Maulidan’ – cetakan Wacana Ilmiah Press. Hal. 143.

Cara mengetahui kekuatan derajat suatu hadis adalah diantaranya, dengan menyelusuri Sanad (silsilah) suatu hadis dan melihat Matan Hadis. Biasanya, salah satu ciri hadis palsu adalah tidak disebutkannya siapa periwayat hadis setelah hadis itu disebutkan . Biasanya hanya mengatakan atau dituliskan AL HADIS saja, seharusnya menyebutkan atau menuliskan misalnya : Hadis ini riwayat Bukhari dan Muslim, riwayat Ahmad, riwayat Tirmizi dll. Dengan derajat hadis, misalnya: sahih, hasan (jayyid), dll. Dan biasanya ketika kita minta siapa yang meriwayatkan hadis tersebut, dalam kitab apa ? hadis nombor berapa ? mereka tidak dapat menunjukkannya. Namun dalam permasalahan dunia contohnya, bila kita membuat tesis, perlu dinyatakan sumber-sumber data yang diambil di tempat sekian-sekian. Namun bila permasalah yang lebih utama iaitu permasalah agama mereka menerima bulat-bulat apa yang dikatakan. Lebih-lebih lagi jika seseorang tu digelar alim, ustaz, guru agama, tok guru atau lain2 lagi.

Ketika kita memeriksa asal usul riwayat sesuatu hadis “AL HADIS” tersebut, maka banyak ditemui hadis yang tidak ada asal usulnya sama sekali atau ditemukan silsilahnya, hanya saja terputus tidak sampai pada Rasulullah. Beberapa ciri lainnya, didalam sanadnya ada orang yang PENDUSTA, atau ada periwayat yang MAJHUL (tidak diketahui siapa perawi hadis) untuk lebih jelasnya silakan merujuk kepada kitab-kitab Ilmu Hadis yang mu’tabar.

Seandainya kita meneliti dengan terperinci Hadis palsu, jumlahnya tidak terhitung banyaknya. Dari orang-orang Zindik (kafir/ orang yang ingin merosakkan Islam) saja, sebagaimana yang dikatakan oleh Hammad bin Zaid dalam At- Tadrib, hal. 103, orang-orang Zindik telah memalsukan hadis tak kurang dari 14,000 hadis.

Abdul Karim bin Abi al-’Auja’ (seorang pemalsu hadis), menurut pengakuannya sendiri, telah memalsukan 4000 hadis. Dia ketika hendak dihukum mati pada masa pemerintahan Muhammad bin Sulaiman Al Abbasi amir wilayah Basrah masa kekhalifahan Al Mahdi, mengakui : “Sesungguhnya aku telah memalsukan 4000 hadis dan telah beredar di berbagai kalangan, yang dengannya aku telah mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram”. Silakan membaca buku “Membahas Ilmu-ilmu Hadis”, DR. Subhi as Shalih, hal. 243-253. Dan silahkan membaca buku “Silsilah Hadis Dha’if dan Maudhu”-  Syaikh Muhammad Nasiruddin al Albani.

Ada juga yang menambah matan hadis seperti yang pernah dilakukan oleh Muhammad bin Sa’id bin Hassan Al Asadi Asy Syaami. Ia menambah lafaz hadis : “Aku (Nabi Muhammad) adalah penutup para Nabi dan tiada Nabi sesudahku”. Lalu ia menambahi diakhir hadis kalimat “Kecuali Allah berkehendak”. Hadis ini asalnya sahih, tetapi tambahannya adalah palsu. Imam Ahmad bin Hambal berkata : “Orang ini telah mati disalib oleh Abu Ja’far Al Mansur, kerana itu ia dikenal dengan nama Orang yang mati di salib (Al Masluub).

Semoga Allah menjaga kita dari terjebak didalam kesesatan dan menjaga kita dari siksaan api nerakaNya..Allahuma amen..

Wallahu a’lam

Diterjemah oleh

Abu az-Zubair

Maahad Dar al-Quran wal Hadeeth

 
Tinggalkan komen

Posted by di Mei 20, 2011 in Hadith

 

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: