RSS

Janganlah Berkata Sesuatu Mengenai Agama Tanpa Ilmu

11 Aug

Ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin, sesuatu yang dikatakan agama adalah apa yang telah difirmankan oleh Allah di dalam kitabNya (al Quran) dan yang disabdakan oleh RasulNya di dalam hadisnya yang sahih sesuai dengan pemahaman salafus soleh (generasi terawal Islam). Membelakangkan dua sumber utama itu termasuk kesalahan dan kesesatan yang sangat merbahaya, nauzubillah min zalik.

Kebanyakkan manusia pada hari ini banyak berbicara mengenai Islam tanpa mempunyai ilmu serta lebih mendahulukan akalnya dari dalil sahih yang bersumberkan kalamullah dan hadis-hadis yang sahih.

Allah Ta’ala telah berfirman:

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَاْلإِثْمَ وَالْبَغْىَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

“Katakanlah: ‘Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui (berbicara tentang Allah tanpa ilmu)” (QS. Al-A’raf:33)

Berbicara mengenai agama Allah (Islam) dengan mendahulukan akal tanpa ilmu termasuk kedustaan ke atas Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadapa apa yang disebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (QS. An-Nahl:116)

Imam Ali bin Abil ‘Izzi al Hanafi rahimahullah berkata: “Barangsiapa berbicara tanpa ilmu, maka sesungguhnya dia hanyalah mengikuti hawa nafsunya. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللهِ

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun (Al-Qashshash:50)” (Kitab Minhah Ilahiyah Fii Tahdzib Syarh Ath Thahawiyah, hal: 393)

Ianya juga merupakan perbuatan yang membelakangkan Allah dan RasulNya sedangkan prinsip kita didalam beragama adalah berittiba’ yakni mengikuti dalil yang sahih. Allah Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ سَمِيعٌ عَلِيمُُ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Hujuraat: 1)

Tidakkah kita khuatir akan menanggung dosa-dosa orang yang mungkin terikut atau menyerbarkan perbicaraan kita mengenai Islam tanpa ilmu? Orang yang berbicara mengenai Islam tanpa ilmu adalah orang sesat serta mengajak kepada kesesatan. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa menyeru kepada sesuatu petunjuk, maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa sebagaimana dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR.Muslim 2674)

Takutlah kita wahai saudara ku kaum muslimin akan diminta untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak di akhirat. Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. “(QS. Al-Isra’ : 36)

Khalifah agung Abu Bakar ash-shiddiq radhiallahu anhu pernah mengatakan, “langit mana yang akan menaungiku dan bumi mana yang akan membawaku, apabila aku berbicara tentang Kitabullah tanpa ilmu.”

Janganlah kita mengikuti jejak langkah syaitan dengan berkata sesuatu mengenai agama Islam tanpa ilmu. Ianya juga merupakan suruhan syaitan.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَآءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan kepada Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah :169)

Maka barangsiapa yang ingin bebicara sesuatu mengenai Islam haruslah berlandaskan ilmu seperti mana yang telah dibahaskan diatas. Takutlah akan azab Allah akibat dari perbuatan-perbuatan kita sendiri yang jahil mengenai Islam. Wallahu’alam.

Abu az Zubair
ilmu-pengetahuan-modern-dan-dunia-Islam

 
Tinggalkan komen

Posted by di Ogos 11, 2015 in Manhaj, Nasihat

 

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: